Trik memotret keramaian | JadiBisa.Com

Trik memotret keramaian

Berikut tips untuk memperoleh gambar keramaian dengan apik:

1. High Angle


Setiba di lokasi, segeralah mencari posisi tinggi untuk merekam dengan posisi dari atas (high angle). High angle merupakan pilihan favorit fotografer merekam suasana kota atau festival dengan lengkap. Sebab, posisi ini dapat merekam adegan atau suasana dengan lengkap menyeluruh dan mewakili semua adegan dengan cepat dan ringkas.

Spot yang bisa dimanfaatkan seperti jembatan penyeberangan, balkon, pagar, pohon, kap mobil, bukit, dan meja/kursi. Akan lebih baik bila telah menyiapkan dari rumah berupa tangga alumunium 3 anak tangga. Tangga ini sangat efektif bila tidak menemukan tempat tinggi.

Oiya, karena posisi tinggi merupakan tempat favorit memotret keramaian, datanglah sedini mungkin untuk mencari posisi. Kalau terlambat dan posisi terbaik sudah penuh, tidak ada jalan lain selain kerja lebih keras mencari posisi dadakan darurat seperti naik pohon.

2. Pilihan Lensa

Lensa yang mewakili kebutuhan memotret keramaian yakni lensa lebar. Seberapa lebar? Kisaran 24mm dalam ukuran full frame sudah mencukupi. Kalaupun mempunyai koleksi lensa lebih lebar lagi seperti 20mm, 18mm, 17mm, ataupun 16mm, tidak ada salahnya dipakai.

Kalau hendak mencoba bereksperimen dengan lensa fish eye, memotret keramaian merupakan momen yang tepat untuk lensa efek khusus jenis itu. Juga lensa yang mempunyai efek khusus seperti lensa Tilt-shif (TS) menjadi pilihan menarik untuk foto keramaian.

Jika di tas ada lensa normal atau tele, tak ada ruginya disiapkan. Lensa ini berguna untuk mengantisipasi bila menggunakan lensa lebar namun suasananya yang hendak dijepret tidak terlalu padat dan banyak ruang kosong. Bidang kosong dalam foto yang akan dihasilkan dapat mengganggu konsentrasi utama yakni keramaian kolosal. Mau tidak mau, lensa tele akan sangat membantu membuat gambar menjadi lebih padat.



Foto keramaian dengan sudut normal, f/9 dan speed 1/3. (Foto: Ari Saputra)


3. Speed dan Diafragma

Karena Anda berada di posisi high angle, Anda bisa memainkan speed dan diafragma dengan leluasa. Kalau hendak merekam suasana sangat hiruk-pikuk dengan kesan bergerak cepat, maka pilihan speed lambat menjadi keharusan. Sebaliknya, bila hendak membekukan adegan hiruk-pikuk, maka speed cepat menjadi pilihan. Semua terserah kreatifitas fotografer.

Untuk diafragma lensa, pilihan diafragma besar maupun kecil dapat dipergunakan. Diafragma kecil (lebih dari f/8) dapat merekam seluruh adegan dari ujung ke ujung. Sementara diafragma besar (kurang dari f/5,6) dapat difungsikan untuk mencari adegan detil ditengah suasana kolosal.

Namun bila momennya sangat singkat, biasanya diafragma besar diabaikan untuk menghindari gambar tidak fokus atau goyang.

4. Frog Angle

Sudut normal dan sudut bawah (frog angle) juga tidak ada salahnya dipergunakan. Biasanya sudut ini dipergunakan untuk mencari detil ataupun kesan khusus pada gambar yang dihasilkan.

5. Keamanan Peralatan

Yang terpenting di antara semuanya, pastikan keamanan peralatan kamera Anda. Banyak kasus lensa ataupun flash dicopet saat memotret di keramaian. Kejadian pencopetan ini biasanya saat sedang berdesak-desakan dan lengah. Antisipasinya, semua peralatan dimasukan ke dalam tas rapat-rapat dan hanya pergunakan alat yang ditangan saja.

 Sumber : http://inet.detik.com/read/2012/12/04/102925/2108571/1279/suka-panik-memotret-keramaian-ini-tipsnya



Anda telah mebaca artikel tentang Trik memotret keramaian, Anda boleh menyebarkan artikel ini kepada teman-teman Anda dengan menyertakan link yang ada.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Trik memotret keramaian"

Posting Komentar